Tuesday, 22 January 2013

Fans Berat Saya part 2

Dalam masa remajanya, Anggun dipengaruhi oleh seniman Jawa asli maupun oleh penyanyi rock & roll dan band-band seperti Elvis Presley, Metallica dan The Police. Pada tahun 1986, dengan Ian Antono, seorang produser terkenal Indonesia, Anggun merilis album pertama berjudul Dunia Feat resmi Punya tanah air yang mulai kesuksesannya. ketenaran Anggun mencapai puncaknya dengan rilis single berikutnya, "Mimpi" [3] dan terutama "Tua Tua Keladi" [4] (yang terakhir memberinya "The Artist Terpopuler Indonesia 1990-1991" penghargaan). Single ini adalah massal populer di Indonesia. [3] Setelah kesuksesan single ini, Anggun kembali merilis album tindak lanjut; Anak Putih Abu Abu pada tahun 1991 dan kemudian pada tahun 1992 Nocturno. Kedua album mencapai kesuksesan besar dan bahkan didirikan sebagai salah satu "Lady Rocker Indonesia".

Pada tahun 1992, Anggun mulai suatu hubungan dengan Michel Georgea, seorang pria Perancis, yang dijumpainya tahun sebelumnya di Kalimantan saat tur. Pasangan itu memutuskan untuk menikah, meskipun perbedaan usia mereka dan keberatan dikabarkan oleh keluarga Anggun, dilaporkan karena mereka merasa Anggun masih terlalu muda untuk menikah. Setelah menikah, Namun, ia mendirikan sebuah perusahaan rekaman, Bali Cipta Record, [5] (membuatnya penyanyi Indonesia termuda untuk melakukannya) dan apa yang akan dirilis akhir studio album Indonesia, Anggun C. Sasmi ... Lah! pada tahun 1993. [5] Dia berusaha menanggalkan citra tomboi dengan video untuk album pertama tunggal, "Kembalilah Kasih (Kita Harus Bicara)" [5]. Sementara itu, menjadi video musik pertama oleh seniman Indonesia untuk muncul di MTV Asia, Hong Kong. Album ini smash hit untuk Anggun lain tapi ia mulai merasa tidak puas dengan sukses di negaranya dan mulai berpikir tentang memiliki karir musik internasional. Sebelumnya pada tahun 1992, Anggun menandatangani kesepakatan dengan sebuah perusahaan rekaman terkenal Jepang di Singapura, Pony Canyon, untuk merekam album bahasa Inggris yang akan dirilis di Asia. Tapi kemudian, proyek tersebut dibatalkan, sebagai Anggun ingin membawa bakatnya ke Barat.

Akhirnya, pada tahun 1994 setelah merilis album kompilasi yang berisi semua penemuan Indonesia berjudul Yang Hilang, dia menjual perusahaan rekamannya untuk mendanai dia pindah ke Eropa.
Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang produser besar Perancis, pada tahun 1997, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya berjudul Snow on the Sahara di 33 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat yang menjadi baromoeter musik internasional. Sejak saat itu Anggun telah menghasilkan sebanyak lima album internasional yang direkam dalam multi-bahasa, terutama bahasa Inggris dan bahasa Perancis. Anggun juga telah berkolaborasi dengan banyak artis mancanegara, termasuk di antaranya Julio Iglesias, Peter Gabriel, dan Pras Michel dari grup The Fugees.
Anggun merupakan penyanyi Indonesia pertama yang berhasil menembus industri musik internasional dan album-albumnya telah meraih penghargaan gold dan platinum di beberapa negara Eropa. Anggun telah menjual lebih dari 10 juta kopi rekaman sepanjang perjalanan kariernya.[1] Beberapa penghargaan telah diraih Anggun atas pencapaiannya, termasuk di antaranya anugerah prestisius "Chevalier des Arts et Lettres" dari pemerintah Perancis. Anggun juga telah dua kali didaulat menjadi duta global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu untuk program Mikrokredit pada tahun 2005 dan Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2009.

Sumber: http://id.shvoong.com , http://id.wikipedia.org

No comments:

Post a Comment