Dalam masa remajanya, Anggun dipengaruhi oleh seniman Jawa asli maupun
oleh penyanyi rock & roll dan band-band seperti Elvis Presley,
Metallica dan The Police. Pada tahun 1986, dengan Ian Antono, seorang
produser terkenal Indonesia, Anggun merilis album pertama berjudul Dunia
Feat resmi Punya tanah air yang mulai kesuksesannya. ketenaran Anggun
mencapai puncaknya dengan rilis single berikutnya, "Mimpi" [3] dan
terutama "Tua Tua Keladi" [4] (yang terakhir memberinya "The Artist
Terpopuler Indonesia 1990-1991" penghargaan). Single ini adalah massal
populer di Indonesia. [3] Setelah kesuksesan single ini, Anggun kembali
merilis album tindak lanjut; Anak Putih Abu Abu pada tahun 1991 dan
kemudian pada tahun 1992 Nocturno. Kedua album mencapai kesuksesan besar
dan bahkan didirikan sebagai salah satu "Lady Rocker Indonesia".
Pada tahun 1992, Anggun mulai suatu hubungan dengan Michel Georgea,
seorang pria Perancis, yang dijumpainya tahun sebelumnya di Kalimantan
saat tur. Pasangan itu memutuskan untuk menikah, meskipun perbedaan usia
mereka dan keberatan dikabarkan oleh keluarga Anggun, dilaporkan karena
mereka merasa Anggun masih terlalu muda untuk menikah. Setelah menikah,
Namun, ia mendirikan sebuah perusahaan rekaman, Bali Cipta Record, [5]
(membuatnya penyanyi Indonesia termuda untuk melakukannya) dan apa yang
akan dirilis akhir studio album Indonesia, Anggun C. Sasmi ... Lah! pada
tahun 1993. [5] Dia berusaha menanggalkan citra tomboi dengan video
untuk album pertama tunggal, "Kembalilah Kasih (Kita Harus Bicara)" [5].
Sementara itu, menjadi video musik pertama oleh seniman Indonesia untuk
muncul di MTV Asia, Hong Kong. Album ini smash hit untuk Anggun lain
tapi ia mulai merasa tidak puas dengan sukses di negaranya dan mulai
berpikir tentang memiliki karir musik internasional. Sebelumnya pada
tahun 1992, Anggun menandatangani kesepakatan dengan sebuah perusahaan
rekaman terkenal Jepang di Singapura, Pony Canyon, untuk merekam album
bahasa Inggris yang akan dirilis di Asia. Tapi kemudian, proyek tersebut
dibatalkan, sebagai Anggun ingin membawa bakatnya ke Barat.
Akhirnya, pada tahun 1994 setelah merilis album kompilasi yang berisi
semua penemuan Indonesia berjudul Yang Hilang, dia menjual perusahaan
rekamannya untuk mendanai dia pindah ke Eropa.
Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan
mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan
bantuan Erick Benzi, seorang produser besar Perancis, pada tahun 1997, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya berjudul Snow on the Sahara di 33 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat
yang menjadi baromoeter musik internasional. Sejak saat itu Anggun
telah menghasilkan sebanyak lima album internasional yang direkam dalam
multi-bahasa, terutama bahasa Inggris dan bahasa Perancis. Anggun juga telah berkolaborasi dengan banyak artis mancanegara, termasuk di antaranya Julio Iglesias, Peter Gabriel, dan Pras Michel dari grup The Fugees.
Anggun merupakan penyanyi Indonesia pertama yang berhasil menembus
industri musik internasional dan album-albumnya telah meraih penghargaan
gold dan platinum di beberapa negara Eropa. Anggun telah menjual lebih
dari 10 juta kopi rekaman sepanjang perjalanan kariernya.[1]
Beberapa penghargaan telah diraih Anggun atas pencapaiannya, termasuk
di antaranya anugerah prestisius "Chevalier des Arts et Lettres" dari
pemerintah Perancis. Anggun juga telah dua kali didaulat menjadi duta
global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu untuk program Mikrokredit pada tahun 2005 dan Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2009.
No comments:
Post a Comment